Hola tceman-tceman.
Bangun pagi, entah kenapa gue merasakan suatu ketidaknyaman. gue periksa celana gue, gak ada pipisnya. gue periksa kepala gue, ternyata masih gada rambutnya. gue pikir itu karena perasaan bersalah karena gak ngapel ke rumah si doi semalem dan kemudian keinget, gue gak punya patjar.. cedih deh..
Ternyata problemnya di sini (nunjuk dada). Bukan, bukan karena tiba-tiba dada gue tumbuh, tapi ini masalah dengan si hati yang agak sedih karena komentar dari temen semalem.
--------
Yah, jadi si temen, sebut saja namanya Vicks Formula 44 (ini orang apa inhaler), gue kasih liat blog ini, yang baru jadi semalem beserta postingan perdananya. Beginilah kronologisnya:
Gue (G) : Liat ini, men! Gimana menurut ngana? (sambil nunjukin blog gue)
Vicks Formula 44 (V) : (garuk-garuk pala bentar, kemudian menggaruk yang lain) Oooh, beta baca ya!
G : (merhatiin dia bentar, kemudian merasakan getaran-getaran di dada, kurasa itu cinta dan ternyata..hp geter)
V : Oke! (ketawa-ketawa kecil) Bagus, men, tapi..
G : Tapi apa?? Apakah orangtuamu tak menyetujuinya?? Apakah mereka bilang aku jelek?? Katakanlah sejujurnya..
V : Anjrit. Tapi seriusan, menurut beta, gaya tulisan ngana itu..mirip-mirip sama Raditya Dika ya..
*Jegerrr!*
Benarkah demikian??
Apakah aku begitu adanya??
Ibu dimana engkau??
Maafkan anakmu yang telah membuatmu malu..
Lebih baik engkau kembalikan aku kedalam perutmu, wahai ibuku..
Catatan : pemakaian beta dan ngana hanya di dialog tersebut hanyalah fiktif belaka. waspadalah..waspadalah..
Tiba-tiba rasanya kayak bediri di dalam toilet, dan tiba-tiba ada yang narik flush toiletnya, gue ikut tenggelam ke dalam kegelapan dan kesunyian serta hasil pembuangan yang tak bersalah..
benarkah demikian teman teman?? (Zoom in zoom out muka)
gue mencoba memikirkan lagi kata-kata si temen waktu melakukan tugas suci, yaitu membuang-buang hajat, di kamar mandi (yaiyalah di kamar mandi, masak di ruang tamu) :
gue : (dalam hati) eegh, shock banget denger kata si Vicks tadi. gue emang, eegh, suka Raditya Dika, tapi tulisan, eegh, gue beda, kok. Apa yang, aah (keluar??), salah ibu..
Si Kakak : woy, (sambil gedor pintu) kalo udah, gantian!
Karena diusir dari kamar mandi, akhirnya gue merenung di kamar. gue berpikir lagi, lagi, dan lagi dan mendapatkan suatu pencerahan.
Apa yang si temen katakan itu untuk kebaikan gue. Dia berusaha menjadikan gue lebih baik lagi dan menyadarkan gue bahwa terinfluence itu bagus, tapi harus ada ciri khas.
gue merasa, gue telah disupport oleh si temen. Mereka yakin dengan gue dan mengingatkan gue bahwa dengan kritik mereka agar gue tidak langsung puas dengan apa yang telah gue capai sekarang. Seolah-olah mereka bilang, gue bisa lebih baik dari sekarang.


0 comments:
Post a Comment