Masuk Akal, Tapi Tidak Masuk Akal

by 9:03 PM 0 comments
Baiklah. Hari ini gue akan memposting sesuatu yang agak ciyus-miapah-cungguh.

Pernah gak sih, kalian menyampaikan sesuatu, yang benar, ada buktinya, tapi orang-orang tidak mau menerimanya? Gue pernah, sering malah. Terlalu sering ditolak sampai gue sendiri bosan untuk bilang kebenaran itu.

Dari situ gue suka mikir. Kenapa ya, manusia suka menolak kebenaran?
Pertamanya gue pikir, mungkin dari cara penyampaian. Sudah jadi rahasia umum, manusia menilai sesuatu dari kulitnya terlebih dahulu. Suatu kebenaran yang dibungkus cara yang salah membuat orang sukar menerimanya. Reaksi seseorang yang ditegur karena merokok di tempat umum dengan bilang baik-baik dan ditegur dengan amarah tentu sangat berbeda.

Dan yang kedua, Sering kali, kita tentu mengetahui motif seseorang mengatakan kebenaran, benar? Kadangkala kebenaran diucapkan demi keuntungan pribadi. Motif yang seperti ini yang biasanya membuat kebenaran itu ditolak. Jadi kebenaran ditolah karena tujuan penyampainnya tidak benar.

Kalau menurut logika kalo kita cara dan tujuannya sudah benar, maka kebenaran akan diterima kan? Tapi kenyataannya sering kali berbeda.

Politisi menolak pemberitaan bahwa dalam partainya banyak penyimpangan, yang jelas-jelas ada, karena akan merugikan dirinya.
Seorang guru menolak di protes muridnya karena akan membuatnya dirinya tampak bodoh.

Intinya, kebanyakan manusia, tidak peduli seberapa benar cara penyampainnya dan tujuan kebenaran itu, tetap akan menolak selama dia pikir itu merugikan dirinya, baik rugi secara fisik maupun secara mental.

Jadi, apa sih sebenarnya yang kita mau ini?

Rahmanda Putra

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:

Post a Comment