Sesuai janji gue yang gak tau kapan itu, gue akan mereview sebuah film yang keren, yang kalo nontonnya sampe gak abis sih gak bakalan tau endingnya gimana.
Film itu berjudul CONFESSION.
Confession adalah film Jepang yang ceritanya berpusat pada karakter Shuya Watanabe (Yukito Nishii) seorang pelajar sekolah menengah awal dan Yuko Moriguchi (Takako Matsu), guru di sekolah menengah awal.
Shuya adalah anak pendiam yang cerdas dan sangat tertarik dengan dunia sains karena membaca buku peninggalan ibunya di rumah. Shuya tinggal dengan ayahnya yang bercerai dengan ibunya ketika Shuya masih kanak-kanak.
Yuko adalah seorang guru yang suaminya adalah pengidap HIV AIDS, dan mempunyai seorang anak perempuan berumur 3 tahun. Yuko mengajar di kelas Shuya Watanabe berada.
Film ini di awali dengan adegan Yuko sedang mengajar di kelas yang tidak ada satupun siswa yang memperhatikannya. Tiba-tiba Yuko menyinggung tentang kematian anaknya dan berkata bahwa pembunuhnya berada di kelas itu. Dari sini ceritanya mulai mengalir.
Film Confession adalah film yang keren, menurut gue. Film ini memang terasa gelap, bisa dilihat dari warna hitam yang banyak mendominasi. Pertama kali menontonnya, gue kira ini film horror. Ternyata bukan walaupun horornya sama.
Yang gue suka dari film ini banyak shot-shot keren menurut gue, seperti banyak adegan yang dalam gerak lambat dan mengambil detil, contohnya adegan gerak lambat anak-anak yang berkejar-kejaran dan melompat ke dalam kubangan lumpur yang membuat lumpur itu melayang dalam gerak lambat. Dan adegan tersebut didominasi awal gelap tetapi musik latarnya bernada riang. Adegan janggal yang keren, menurut gue.
Sekilas, memang film ini bakal terlihat sadis. Banyak adegan-adegan yang bakal membuat kita melongo karena benar-benar di luar bayangan kita. Seperti bagaimana seorang anak sekolah menengah awal melempar anak kecil berumur 3 ke dalam kolam tahun sambil tertawa, yang juga dilengkapi musik latar bernada riang.
Tapi film ini mempunyai makna bahwa seseorang bisa melakukan perbuatan apapun demi orang yang dicinta, demi mengejar cinta, dan demi mendapatkan cinta tersebut.
Yak. Sekian review dari gue. Semoga kalian penasaran dan nonton ya. #lah
Ciao!






0 comments:
Post a Comment