Asik ye salam gue? Iyadong, gini-gini, gue masih ada keturunan Belanda, dari sebelah tetangga.
Seperti kata peribahasa, ada asap ada api. Kalo masih kurang jelas gue ulangi lagi, ada asap ada api. Bukan, gue bukan lagi ngmongin tentang kebakaran dan semacamnya. Iya, gue mau njelasin kenapa salam pembuka memakai bahasa inggris, sesuai arti pepatah diatas, semua kejadian pasti ada sebabnya.
Jadi, kenapa gue tiba-tiba muncul ngomong bahasa inggris?
Selain karena kemampuan otak gue yang telah meningkat, hal itu disebabkan oleh Katy Perry. Ya, Katy Perry. Buat kalian yang, gaaol, pasti tau kalo Katy Perry, malem ini tanggal 19 Januari 2012, akan mengadakan konser di Jakarta, tepatnya di SICC. Jangan tanyain apa itu kepanjangan SICC, karena gue sendiri gak tahu. By the way, karena gue berdomisili di Palembang dan gue gak ada duit, gue gak bisa melaksanakan misi luhur pergaulan, yaitu nonton mbak Perry.
Bicara soal Katy Perry, gue sebenernya gak banyak tau tentang die. Pertama kali gue denger namanya, gue kira dia juragan kapal Perry ato masih saudaraan sama Katy Sharon, eh ternyata Penyanyi (kenapa kok gue nulis 'penyanyi' kayak penyanyi dangdut gitu kesannya) dan memiliki fans di berbagai belahan dunia, bahkan di Indonesia yang mayoritas ngomong inggris aja tajwidnya kemana-mana.
Nah bicara soal konser Katy Perry ntar malem, berbagai macam reaksi orang-orang muncul di twitter dan di recent updates bbm gue. Ada yang mau siap-siap pegi (otw SICC :D), ada yang udah disana malah (rame banget -_____-) dan ada yang galau karena gak bisa nonton (mau nonton Katy Perry :( ) sampai-sampai berkhayal seolah-olah ia akan nonton konser (otw SICC, wau Atlet dari Thailand kayak cowok semua!)
Kasian..
gue? gue termasuk golongan yang menikmati saat-saat seperti, saat-saat dimana timeline twitter penuh sama orang-orang galau. Ya, gue suka liat orang galau, muhaha..
Kenapa kok ya gue gak galau karena mereka? Karena gue gak suka Katy Perry. Boro-boro suka, lagunya aje gue gak ada yang tau satupun, suer. Dan juga menurut gue, walopun gue denger suara Katy Perry dan suka sebelumnyapun, gue gak akan nonton dia. Bayangin aja, tiket buat nonton mbak Perry jerit-jerit diatas panggung sampe juta-jutaan gitu, mana ada duit gue. guebeli es teh aja kredit..
Mungkin karena gue gak suka Katy Perry, gue melihat orang-orang yang menyambut dengan antusias konser doi malem nanti, gimana yaa, agak aneh aja. Rela gitu, ngabisin duit jutaan demi nonton dia jerit-jerit beberapa jam. gue heran, apa alasan mereka? Demi dibilang gaul? Demi biar bisa upload poto gelep gulita yang nampilin lampu panggung doi di twitter kamu? Demi kesenangan?
Kesenangan, yang bikin kamu tahan macet-macetan buat kesana. Yang bikin tahan kamu empet-empetan disana sambil loncat-loncat. Kesenangan, yang bikin kamu bahagia karena berhasil nonton doi walopun cuma keliatan segede batang korek (nontonnya dari jauh). Sah-sah aja sih.
Tapi menurut gue ya, bahagia yang seperti itu, bukan bahagia yang sebenarnya. Karena menurut gue, bahagia itu sederhana, gak akan pernah menyulitkan kita. Bahagia itu sederhana, sesederhana rumah makan padang, dan senyuman keluarga dan sahabat-sahabat kita.
gue bukan haters looh, cuman mau menghibur temen yang gak bisa nonton aja yaa :)
Tapi menurut gue ya, bahagia yang seperti itu, bukan bahagia yang sebenarnya. Karena menurut gue, bahagia itu sederhana, gak akan pernah menyulitkan kita. Bahagia itu sederhana, sesederhana rumah makan padang, dan senyuman keluarga dan sahabat-sahabat kita.
gue bukan haters looh, cuman mau menghibur temen yang gak bisa nonton aja yaa :)



0 comments:
Post a Comment