Gaol beud dehh ssalam hue *mulutkeram*
Seperti biasa. Gak banyak yang berubah. Aktifitas gue masih begitu-begitu juga. Bangun pagi buat kuliah, pulang tengah hari, makan tidur (kedua hal ini dilakukan tidak bersamaan), maenin cew..maksudnya hape, dan yang terakhir, tidur lagi. Ya, benar sekali, tidak ada kata 'belajar', 'buku', 'ulangan' di aktifitas gue.
Malam ini sedikit berbeda. Ya, berbeda. Berbeda karena aktifitas gue nyempil satu 'nulis di blog'. Kenapa tiba-tiba bisa nyempil? Karena sebagai mahasiswa ideal idaman ibu-ibu pengajian, gue harus memanfaatkan semua hal dengan baik, dan gue melihat modem nganggur daan.. naluri bekerja. #mentalmahasiswa
Udah berapa lama sejak terakhir gue nulis? Ada kali ya sebulan?
Gak seperti aktifitas gue yang gak berubah, gue melihat perubahan di blog ini setelah sekian lama. Semua yang ada disini terlihat asing dimata. Kenapa asing? gue melihat semua, semua ya, yang udah gue tulis, kok, kayak bukan gue yang nulis gitu ya? Kayak memaksakan banget gitu, malah bisa dikatakan menyedihkan lah jadinya. Satu-satunya yang bikin gue percaya itu gue yang nulis adalah...cuma gue yang tau password blog ini.. #antiklimaks
Ya, seperti kata gue tadi. gue sepertinya terlalu memaksakan sesuatu dalam menulis. gue menulis seperti, apa yaa, pokoknya maksa aja. Gak nyaman. Terlalu dibuat-buat malah bisa dibilang. Sedih deh.
gue mencoba memikirkan kembali hal-hal tadi, kenapa ya, kok bisa gitu dan semacamnya. Sebenernya gue udah tau jawabannya. Takut.
Ketika gue menulis, gue dilanda berbagai macam ketakutan. Takut garing, takut orang gak suka, takut jadinya berantakan dan berbagai takut lainnya. Semua hal itu bener-bener membatasi gue. Ketika gue liat, ternyata banyak banget momen dimana gue udah nulis draf panjang lebar dan gak diposting, karena gue takut orang gak suka. Aneh banget kalo dipikir sekarang.
Ketakutan-ketakutan tadi, semua hal tadi masih ada ketika gue nulis postingan ini. Tapi, who cares? Kenapa gue harus memikirkan pendapat orang tentang itu semua? gue bukan barang dagangan, lantas kenapa gue harus menyesuaikan diri gue dengan minat masyarakat. Rupanya selama ini gue udah lupa tujuan pertama gue bikin blog.
Ketika itu, gue bikin blog buat membagi sesuatu. Ya, sesuatu maksudnya lebih ke hal-hal yang mengganjal di pikiran gue. Kayak kenapa kuda makan rumput kalo burger lebih enak dan sebagainya. Hal-hal yang mengganjal, yang perlu gue tuangkan dalam tulisan, yang selain mencari teman yang mempunyai pandangan yang sama, juga buat melegakan hati gue sendiri. gue gak menemukan kelegaan selama ini ketika menulis, yang ada malah tertekan karena untuk biar tulisan gue disukai orang banyak.
Sampai sejauh ini gue heran. Kok bisa gue tiba-tiba nulis gini ya? Perasaan tadi yang main deket rumah topeng monyet, bukan kuda lumping.
Agak mundur sedikit, gue makin ngerasa ada yang harus diubah dari cara gue menulis ketika suatu malam gue terbangun. Ya, agak sedikit sinetron, gue terbangun tengah malem, dan seperti kebanyakan anak muda lainnya, gue galau. Ya, galau. Galau ato apapun itu namanya, gue ngerasa kayak ngomong sendiri dikepala inii. Ya, seperti biasa orang kalo ngelamun lah, kejadian-kejadian masa lampau melintas di kepala (ini kenapa gue cerita kayak cerita mau sakaratul maut), dan gue berpikir, gue harus nulis. gue ambil buku, dan mulai nulis yang dikepala. Dari yang galau kayak, "melihat seseorang yang kita cintai bersama dengan orang lain yang ia cintai. Sakit, tapi menenangkan." sampe ke perumpaan absurd, "hidup seperti rol film, hilang satu slide, dan cerita tidak akan sampai disini." Ya, betul-betul random.
Tapi gue tenang banget rasanya. Disitu gue baru bener-bener merasakan bahwa, Menulis itu Menenangkan.
Sampai dititik ini, gue bisa dengan berani menyimpulkan, "Senangkan dirimu untuk menyenangkan orang lain."



0 comments:
Post a Comment